Letih jiwa ini mengais waktu yang tak kunjung datang....
rapuh kalbu ini saat kulihat anak-anak mulai membicarakanmu...
tentang apa saja....
tentang cintanya, cita, dan semuanya...
ia curahkan pada sosok sepertimu...
Jujur....aku iri dengan mereka bunda.....
aku hanya bisa melihat sebuah foto cantikmu yang selalu menemani malam-malamku...
dan aku sadar itulah tanda bahwa ALLAH sayang padaku...
dengan menempatkan kita yang tak bisa ditembus ruang dan waktu....
Aku kan coba berdiri dengan dewasa...
menatap tegak semua dekade tahun yang kan kulewati....
Aku rindu senyuman itu bunda...
aku rindu tangan bunda yang selalu buat aku tenang, ketika aku berduka....
Bundaaaaaa....
Bundaaaaaa....
Bundaaaaaa...
aku ingin melihat senyummu.....Hiks
Jumat, 14 November 2008
Siluet Senja tuk Bidadari....
Andai waktu itu aku bisa menemanimu...
menghabiskan waktu 3 bulan bersamamu di kota itu....
andai aku tahu bahwa saat itulah terakhir kali aku bisa melihat senyuman nan teduhmu...
maka aku tak kan pernah meninggalkanmu sejenak...
bahkan untuk ke kota ini....
Andai saat engkau memintaku kembali ke kota ini tak kuturuti...
aku akan memelukmu lama...
aku percaya jauhh....sebelum itu...
bahwa waktumu hanya sebentar untuk bersamaku....
tapi engkau selalu bilang " baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
dan...aku hanya gadis kecil berusia belasan tahun yang tak tahu apa-apa...
dan saat ini...
aku ingin merajut cerita bersamamu...bidadariku...
bukan siapa-siapa...
karena mereka semua penuh kepalsuan....itu bisa kulihat dari mata mereka...
tidak ada yang tulus sepertimu....
atau aku yang belum menemukan mata teduh itu....
aku pernah melihat mata teduh itu, tapi aku tak berani menafsirkannya...
cukup aku dan bidadariku yang tahu milik siapa mata teduh itu...
sampai saatnya senjaku pemilik mata teduh itu yang kan datang....AMIN
Bidadariku...SEnyum takzim untukmu kuhaturkan...
semoga suatu saat aku kan bertemu kembali di taman-NYA itu....
menghabiskan waktu 3 bulan bersamamu di kota itu....
andai aku tahu bahwa saat itulah terakhir kali aku bisa melihat senyuman nan teduhmu...
maka aku tak kan pernah meninggalkanmu sejenak...
bahkan untuk ke kota ini....
Andai saat engkau memintaku kembali ke kota ini tak kuturuti...
aku akan memelukmu lama...
aku percaya jauhh....sebelum itu...
bahwa waktumu hanya sebentar untuk bersamaku....
tapi engkau selalu bilang " baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
dan...aku hanya gadis kecil berusia belasan tahun yang tak tahu apa-apa...
dan saat ini...
aku ingin merajut cerita bersamamu...bidadariku...
bukan siapa-siapa...
karena mereka semua penuh kepalsuan....itu bisa kulihat dari mata mereka...
tidak ada yang tulus sepertimu....
atau aku yang belum menemukan mata teduh itu....
aku pernah melihat mata teduh itu, tapi aku tak berani menafsirkannya...
cukup aku dan bidadariku yang tahu milik siapa mata teduh itu...
sampai saatnya senjaku pemilik mata teduh itu yang kan datang....AMIN
Bidadariku...SEnyum takzim untukmu kuhaturkan...
semoga suatu saat aku kan bertemu kembali di taman-NYA itu....
Langgan:
Entri (Atom)
