Selasa, 26 Mei 2009

TUGAS AKHIR SEMESTER WAWANCARA DENGAN ANAK JALANAN 1

SENANDUNG ANAK JALANAN... 

ironis>>>mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sebuah fenomena yang seringkali kita temui di area oertokoan<>

Sungguh...menjadi dilema bagi kita tentunya, bila kita menyaksikan fenomena tersebut. di satu sisi, kita ingin memberikan sebagian uang saku yang kita miliki untuk meringankan beban anak jalanan tersebut. namun di sisi lain, pernahkah kita semua menyadari bahwa sebagian uang saku yang kita berikan menjadi 'bumerang' bagi anak jalanan tersebut. hal ini dapat dilihat, dengan semakin sering kita memberikan uang pada anak jalanan tersebut, maka seringkali itu pula mereka meminta keapada kita.

melalui riset (penelitian)yang telah Anda lakukan 2 minggu yang lalu, berkaitan dengan kompetensi dasar bahasa indonesia wawancara, yang dalam hal ini kita mengambil subjek anak jalanan. maka ;

1. Bagaimana pandangan Anda tentang anak jalanan secara garis besar?

2. Bagaimana upaya anda dalam membantu anak jalanan tersebut?

3. Apa manfaat yang Anda peroleh melalui pembelajaran bahasa indonesia pada kompetensi dasar wawancara dengan anak jalanan ini ?

Senin, 18 Mei 2009

sekedar bertanya...

hanya itu saja yang ingin ku tanyakan...
pada angin dan pada senja tentunya...
entah...sampai kapan kan terulang kembali

ku hanya inginkan satu saja...
dan itu bergantung pada satu kuasa-Nya...
kuingin kembali bicara pada bulan, meteor, dan juga senja yang selalu nampak indah untukku...

berbagi, kemudian terlihat semu...
dan hanya pada bayangan samar itulah...
perlahan kutitipkan sebait salam buat senja..

entah...siapakah yang kan dapat gelar senja itu???

Jumat, 24 April 2009

Dear Bidadari....

Bismillah...

Masihkah ada rindu itu buatku bidadari...
jika untuk melihatmu saja aku harus menempuh berbagai ujian???
masihkah aku kan jadi anak sholihah untukmu Bidadari....
jika hati ini masih saja terkotori oleh hal-hal sepele yang buatku jauh darimu???

Bidadari...sampai kapan aku bisa ikhlas melepaskanmu...
terlalu sulit dimengerti....
mereka...mereka Bidadari...
kulihat mereka bersama dengan para bidadari masing-masing...
sedangkan aku...
hanya sesekali terjaga di 2 malam itu...
dan tak pernah menemukan engkau di sisiku...

dan mengapa....
saat kau hadir dalam mimpiku...
aku malah menyiakanmu???
sungguh....aku menyesal...
mafkanlah aku bidadariku....

Sabtu, 18 April 2009

Untukmu....

Perjalanan ini semakin lama semakin terjal...
dan penuh liku di sekitar sana..
berada di titik kenyamanan adalah kesemuan...
semuanya harus segera bergerak...
mengukir asa dan mimpi...
tuk meraih masa depan yang indah....
serta istimewa..


untukmu....
untukmu....
untukmu....
Berprestasilah!!! Kali ini tunjukkan pada semua orang...
Bahwa kalian bisa dan hebat!!!
Ucapkanlah dengan seuntai senyuman...
- UN 2009...KAMI DATANG!!!! -

SEMOGA SUKSES UJIAN NEGARA TAHUN 2009

Senin, 23 Maret 2009

Entah....

berkaca dalam labirin yang penuh dengan kesemuan...
membuka tabir senja yang menurutku semakin rapuh...
Bukan rapuh...tetapi hanya butuh waktu sesaat untuk kembali melihat aura senja itu....
Senja,,,,
Hitam...
Pekat...
Entahlah...

Waktu yang kan bicara dan menjelaskan...
tunggu saja...
dan biarkan ia berkata....

Jumat, 14 November 2008

Bundaaaa.....

Letih jiwa ini mengais waktu yang tak kunjung datang....
rapuh kalbu ini saat kulihat anak-anak mulai membicarakanmu...
tentang apa saja....
tentang cintanya, cita, dan semuanya...
ia curahkan pada sosok sepertimu...

Jujur....aku iri dengan mereka bunda.....
aku hanya bisa melihat sebuah foto cantikmu yang selalu menemani malam-malamku...
dan aku sadar itulah tanda bahwa ALLAH sayang padaku...
dengan menempatkan kita yang tak bisa ditembus ruang dan waktu....

Aku kan coba berdiri dengan dewasa...
menatap tegak semua dekade tahun yang kan kulewati....

Aku rindu senyuman itu bunda...
aku rindu tangan bunda yang selalu buat aku tenang, ketika aku berduka....
Bundaaaaaa....
Bundaaaaaa....
Bundaaaaaa...
aku ingin melihat senyummu.....Hiks

Siluet Senja tuk Bidadari....

Andai waktu itu aku bisa menemanimu...
menghabiskan waktu 3 bulan bersamamu di kota itu....
andai aku tahu bahwa saat itulah terakhir kali aku bisa melihat senyuman nan teduhmu...
maka aku tak kan pernah meninggalkanmu sejenak...
bahkan untuk ke kota ini....

Andai saat engkau memintaku kembali ke kota ini tak kuturuti...
aku akan memelukmu lama...
aku percaya jauhh....sebelum itu...
bahwa waktumu hanya sebentar untuk bersamaku....
tapi engkau selalu bilang " baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
dan...aku hanya gadis kecil berusia belasan tahun yang tak tahu apa-apa...

dan saat ini...
aku ingin merajut cerita bersamamu...bidadariku...
bukan siapa-siapa...
karena mereka semua penuh kepalsuan....itu bisa kulihat dari mata mereka...
tidak ada yang tulus sepertimu....
atau aku yang belum menemukan mata teduh itu....
aku pernah melihat mata teduh itu, tapi aku tak berani menafsirkannya...
cukup aku dan bidadariku yang tahu milik siapa mata teduh itu...
sampai saatnya senjaku pemilik mata teduh itu yang kan datang....AMIN

Bidadariku...SEnyum takzim untukmu kuhaturkan...
semoga suatu saat aku kan bertemu kembali di taman-NYA itu....