Surakarta, 2001
Aku kembali terpekur dalam ketidakmengertian sikapnya selama 3 bulan ini...Ada apa gerangan dengan dia? mencoba mengais sepi tapi tetap tak berkutik...mencoba tertawa dalam segala keperihan ketika bertemu dengannya dalam suatu sore yang indah...tapi NIHIL!!! Dia menyuruhku pergi MENJAUH...
MENJAUH??? Benarkah itu yang dia perbuat untukku?
Sekali lagi aku kembali mencoba mencari tanya di balik mata teduhnya...Tapi Sia-sia...
dia tetap diam seribu bahasa....Ada apa denganmu? Membuatku bingung...
Sekali lagi membuatku bingung....
Masih kuingat ketika dia mencoba mengajakku berjalan melalui hidup. Aku hanya mengangguk lemah...Masih ada keengganan terpatri di sana....
Bodoh!!! bUkankah itu terakhir kalinya aku dapat melihat wajah teduhnya....
" Mengapa harus menyesal? " Tutur Ayah saat itu.
" Siapa yang menyesal, Ayah? " Gumamku perlahan...
" Nabila, hanya mencoba untuk tegar" jawabku melanjutkan...
" Bener...? " tanya Ayah lagi...
Aku terdiam, ataukah tergugu dalam isak tangis...ENTAHLAH
Sesuatu itu telah hilang dari diriku....Yah, separuh cinta itu telah pergi dari kehidupanku...
" Apa yang bisa aku lakukan, untuk membuatnya bisa tersenyum? tanyaku dalam hati..
Setiap hari..bahkan setiap hari aku ingin menemuinya, mengajak bicara walaupun itu akan sia-sia...Dia hanya bicara seperlunya, dan setelah itu Menyuruhku Pergi...
SEkali lagi menyuruhku PERGI....
Mojokerto, Akhir November 2008
Aku lelah..aku tidak bisa menyelesaikan " Persembahan Terbaik" untuk dia!!! itu kata hatiku....
Aku menangis, terpuruk!!!! dan semuanya DIAM tak berkutik....
Aku mencoba mencari sinar terang di malam yang dingin itu...
tapi SUNGGUH!!!! Tak kudapatkan...
Ada apa dengan Hatiku, Robbi???
Persembahan Terbaik itu, harus ada dan benar-benar ADA!!!
Itu JAnjiku!!! Harus...dan harus....
Mojokerto, 4 Desember 1986
NABILA....nabila harus berjalan sendiri....kamu tak boleh menyerah!!!! Demikian nuraniku bertanya...
Aku Lelah berada dalam kebingungan dan ketidak mengertian tentang hatinya yang dulu...
Nabila merayakan ULTAH itu seorang diri....Bagus!!! Dia ingin sendiri merayakannya...
Dia hanya ingin orang itu yang datang, tapi sia-sia....mahal sekali nyawa itu!!!
Aku hanya ingin merayakan ultah itu berdua dengannya!!! tapi tak akan pernah BISA...
Surabaya, 18 Mei 2008
Mengapa pengumpulannya secepat ini? yup..semua harus serba cepat namun harus dapat gapai yang maksimal untuk dia...Harus...dan harus...
Mata ini semakin sembab oleh air mata. Mencoba melupakan kehangatan malam yang hanya De Javu baginya...
Tidak..dia ingin berhasil untuk seseorang itu..YAh... Untuk dia, sebagai penebus penyesalan itu....penyesalan 6 tahun yang lalu.
Surabaya, 2 Juni 2008
Aku terpekur, menatap kalender itu....Gemetar yang ada di sekujur tubuhku. Tidak!!!! bayangan itu seolah kembali berkelebat dalam benakku, saat dia mulai menenangkanku, dan mengucapkan janji bahwa Insya Allah aku akan berhasil tanpa ada dia....
Hebat!!! Kemana perginya Nabila yang hebat dan kuat! Dia hanya gadis berusia 21 tahun yang masih rapuh!!! Yup, tentu saja, karena dia seorang yang egois, tak pernah mau bercerita dengan orang lain tentang kegelisahan hatinya...Dia hanya menampakkan senyum palsunya du depan banyak orang...
Surabaya 4 Juni 2008
Kembali, Terulang Kembali kejadian itu!!! Kejadian yang sudah mencoba dilupakannya selama 6 tahun.. Yah hari itu, adalah perhelatan akbar seorang Nabila di depan 3 penguji Skripsinya...Berbagai pikiran, memenuhi ruang kepalanya...tak pernah mencoba, menceritakan keluh kesahnya...
Nabila yang HEBAT, bukan!!!
Sukses!!! Perhelatan akbar itu sukses, Perfect!!!
Surakarta, 6 Juni 2008
Kali ini, aku terpekur kembali di tempat itu..Tempat yang selalu membuatku menangis dalam sesak...
Dia...dia yang namanya kusebut dalam mimpiku, dalam kenanganku, dan dalam cintaku...Dialah BIDADARIKU...tempat aku menautkan cintaku ketiga setelah ALLAH dan BAGINDA RASULULLAH....
Nabila bukan gadis cengeng!!! Dia gadis yang kuat!!! tapi terkadang sebuah batu karang mampu pecah, oleh kedahsyatan amarah ombak...Maka tak mungkin, jika sekerat hati tidak pernah retak ataupun patah bukan?
dan saat temaram senja ini, kudapatkan penjelasan dari Ayah...
" Kamu tau, Nabila mengapa dia menyuruhmu menjauhinya kala itu? " tanya Ayah Lembut
" tidak pernah tahu, Ayah" ucapku jujur.
" Hanya Satu jawabnya..." terang Ayah...
" Bolehkah Nabila tahu? " seruku merajuk
" Bidadari hanya ingin, kamu bisa melupakan dia secepatnya setelah kepergiannya...itu sebabnya dia membuatmu benci kepadanya" urai Ayah panjang lebar.
" Bidadari...bagaimana mungkin, dia tega menyuruh aku membencinya?"
" Kamu tau kenapa?" tanya Ayah lagi.
" kenapa, Ayah? apakah dia membenciku? " sambungku pelan
" Bukan..bukan karena dia membencimu, akan tetapi karena Bidadari benar-benar Mencintaimu, melebihi kakak-kakakmu yang lain...Percaya sama Ayah".
dan saat itu, aku kembali tersenyum dalam kebanggaan dan ketawadhuan sebagai buah hatinya....Dan PERSEMBAHAN TERBAIK itulah jawabannya untuk BIDADARIKU...
aku telah menyelesaikannya dengan Istimewa Untukmu....
Aku ingin kau melihatnya...Tapi tidak apa-apa, jika engkau belum ada waktu...Karena aku yakin, suatu saat kita akan bertemu di Taman Surga-Nya...Entah kapan...
Tunggu aku...Bidadariku...
Senin, 07 Juli 2008
Langgan:
Entri (Atom)
