ironis>>>mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sebuah fenomena yang seringkali kita temui di area oertokoan<>
Sungguh...menjadi dilema bagi kita tentunya, bila kita menyaksikan fenomena tersebut. di satu sisi, kita ingin memberikan sebagian uang saku yang kita miliki untuk meringankan beban anak jalanan tersebut. namun di sisi lain, pernahkah kita semua menyadari bahwa sebagian uang saku yang kita berikan menjadi 'bumerang' bagi anak jalanan tersebut. hal ini dapat dilihat, dengan semakin sering kita memberikan uang pada anak jalanan tersebut, maka seringkali itu pula mereka meminta keapada kita.
melalui riset (penelitian)yang telah Anda lakukan 2 minggu yang lalu, berkaitan dengan kompetensi dasar bahasa indonesia wawancara, yang dalam hal ini kita mengambil subjek anak jalanan. maka ;
1. Bagaimana pandangan Anda tentang anak jalanan secara garis besar?
2. Bagaimana upaya anda dalam membantu anak jalanan tersebut?
3. Apa manfaat yang Anda peroleh melalui pembelajaran bahasa indonesia pada kompetensi dasar wawancara dengan anak jalanan ini ?

44 komentar:
1. Anak jalanan memang harus dikasihani tapi tidak sepantasnya anak disuruh bekerja dijalan itu semua hanya Korban Pelanggaran Pekerja (KPP) dari orang tuanya.
2. Ya dibantu secara materiel sebagai porsi seorang pelajar.alngkah baiknya jika ia kita culik untuk dijadikan anak angkat tapi itu bagi orang yang sudah mencukupi untuk itu.
3. Ilmu adalah kunci, para orang tua yang tega seperti diatas mayoritas dia tidak berilmu dan tidak beragama mungkin kalau islam(islam ktp) bukan suudhon tapi kenyataannya dia tidak mengajarkan ilmu agama pada anaknya sehingga mereka todak tahu tujuan hidup. soooo.. kita harus berilmu agama agar mengerti tujuan hidup.
Bagus PePe 04 Sempat
1. Menurut saya, anak jalanan itu tidak seharusnya ada,tidak sepantasnya seorang anak yang masih di bawah umur di suruh mencari uang,karena sesuai undang-undang dasar yang menyebutkan bahwa " setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak " oleh sebab itu seorang anak tidak sepantasnya untuk bekerja, apalagi di jalanan yang penuh resiko. Tugas seorang anak hanyalah belajar, belajar dan belajar, tapi yach jangan lupa ibadah juga buu,sama berbakti sama orang tua.
2. Upaya saya untuk mengatasi anak jalanan adalah ya dibantu dengan cara memberikan keterampilan, dimana keterampilan itu untuk dijadikan mata pencaharian anak tersebut supaya tidak menjadi anak jalanan lagi, contohnya memberikan keterampilan tangan sesuai dengan kemampuan anak tersebut.
3. Hmmm... Pembelajaran kali ini sangat menarik karena kita langsung turun ke jalan untuk mewawancarai anak jalanan, meskipun banyak hambatan yang saya alami tetapi saya berusaha membuat pembelajaran kali ini terasa menyenangkan, meskipun lelah karena harus mencari - cari anak jalanan yang jumlahnya di Mojokerto sangat limited edition, tetapi juga akhirnya saya menemukan anak jalanan tersebut, yang membuat lelah itu bukanlah karena pekerjaannya yang sulit, tetapi adalah perasaan kita yang jengkel akibat dikasih pekerjaan tersebut. Sooooo,,,,, apabila saya dapat tugas sama seperti ini, saya berusaha akan tidak jengkel lagi supaya tidak lelah,, hehehehe,^^
1. Menurut saya, anak jalanan itu tidak seharusnya ada,tidak sepantasnya seorang anak yang masih di bawah umur di suruh mencari uang,karena sesuai undang-undang dasar yang menyebutkan bahwa " setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak " oleh sebab itu seorang anak tidak sepantasnya untuk bekerja, apalagi di jalanan yang penuh resiko. Tugas seorang anak hanyalah belajar, belajar dan belajar, tapi yach jangan lupa ibadah juga buu,sama berbakti sama orang tua.
2. Upaya saya untuk mengatasi anak jalanan adalah ya dibantu dengan cara memberikan keterampilan, dimana keterampilan itu untuk dijadikan mata pencaharian anak tersebut supaya tidak menjadi anak jalanan lagi, contohnya memberikan keterampilan tangan sesuai dengan kemampuan anak tersebut.
3. Hmmm... Pembelajaran kali ini sangat menarik karena kita langsung turun ke jalan untuk mewawancarai anak jalanan, meskipun banyak hambatan yang saya alami tetapi saya berusaha membuat pembelajaran kali ini terasa menyenangkan, meskipun lelah karena harus mencari - cari anak jalanan yang jumlahnya di Mojokerto sangat limited edition, tetapi juga akhirnya saya menemukan anak jalanan tersebut, yang membuat lelah itu bukanlah karena pekerjaannya yang sulit, tetapi adalah perasaan kita yang jengkel akibat dikasih pekerjaan tersebut. Sooooo,,,,, apabila saya dapat tugas sama seperti ini, saya berusaha akan tidak jengkel lagi supaya tidak lelah,, hehehehe,^^
IyLham 0zaQ 27 PsiK10pAt
1. Anak jalanan, miris. Di negara kita ini ternyata masih sangat banyak anak-anak kurang beruntung yang harus menghabiskan masa kecilnya di jalan. Sepulang sekolah mereka harus bekerja mencari uang di perempatan lampu merah, tempat-tempat ramai dan di pinggir –pinggir jalan. Bahkan mereka harus meninggalkan pendidikan mereka yang seharusnya mereka dapat di usianya. Mereka menggorbankan itu semua untuk mencari nafka dan membantu ekonomi keluarga mereka. Tapi ditengah kesulitan hidup mereka, mereka tidak pernah putus asa untuk bermimpi. Ternyata hampir semua diantara banyaknya anak jalanan di kota Mojokerto ini yang masih memegang teguh mimpi dan cita-cita mereka. Tak jarang mimpi mereka begitu mulia, salah satu yang pernah saya temui mengaku ingin jadi tentara atau dokter. Tak sedikit juga diantara mereka yang ingin menjadi seorang guru. Begitu simpel alasan mereka. Saat di tanya kenapa mereka mengaku ingin membantu mengajar anak-anak yang kurang beruntung seperti mereka. Oleh sebab itu kita tidak boleh memandang rendah atau sampai menghina mereka. Begitu kuat dan ikhasnya mereka menjalani cobaan yang di berikan oleh Allah SWT pada mereka. Bahkan kalau kita seperti mereka mungkin kita tidak sekuat mereka.
2. Mungkin tak banyak hal yang bisa saya lakukan sebagai pelajar untuk mereka saat ini. Pertama mungkin kita bisa sisihkan sebagian uang saku kita dan memberinya kepada mereka dalam bentuk barang. Yang mungkin bisa berguna bagi mereka. Yang kedua mungkin kita bisa meluangkan sedikit waktu kita untuk mengajari mereka atau hanya sebagai penghibur mereka. Agar bisa mengurangi sedikit beban mereka. Mendorong dan memberi mereka semagat untuk terus belajar.
” BERMIMPILAH KARENA TUHAN
AKAN MEMELUK MIMPI-MIMPIMU”
(Laskar Pelagi)
Untukmu adik-adikku yang tak pernah leleh bekerja di jalan. Dan terakhir kami yang kami bisa bantu adalah hanya berdo’agar kalian selalu bahagia dan hidup lebih baik lagi kelak. Amin........
3. Saat mendapat tugas untuk wawancara anak jalanan ini, awalnya saya merasa sedikit kesal. Karena, yang pertama dari pemilihan kelompok kita tidak boleh memilih sendiri. Yang kedua ternyata yang menjadi kelompok saya rumahnya sangat berjauhan. Saat proses wawancara dan membuat laporan juga banyak sekali hambatan yang kami peroleh. Tenyata setelah mengumpulkan tugas saya bisa menjawab semua hal yang membuat saya tidak suka dengan tugas ini. Yang pertama kenapa dalam satu kelopok kita tidak boleh memilih sendiri, itu karena agar kita bisa lebih akrab dengan semua teman satu kelas kita. Dalam satu kelompok kita juga harus bisa mengerti dan memahami sifat-sifat kelompok kita. Yang kedua demi kepentingan kelompok kita harus berkumpul dan meninggalkan kepentingan pribadi kita. Banyak sekali manfaat yang saya dapat dari pembelajaran ini. Seperti, kita harus selalu bersyukur dan bertambah giat belajar. Betapa beruntungnya kita, yang tidak harus bekerja untuk membiayai sekolah kita. Sekarang saya jadi senang pernah mendapat tugas B.Indonesia ini. Saya bisa langung turun ke jalan untuk mengetahui kehidupan anak jalanan itu seperti apa. Terima kasih karena sudah memberi tugas ini kepada kelas kami.
D. Septa / 09 psik10pat
1. Anak jalanan adalah anak yang tidak beruntung dalam hidupnya, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di jalanan. Ia yang harusnya bersekolah malah harus bejerja demi keluarganya. Tak jarang anaj jalanan juga menjadi sasaran para preman yang hanya ingin merauk keuntungan dari pera anak jalanan itu.
2. Jika kita punya uang lebih alangkah baiknya jika kita memelikan mereka barang-barabg yang berguna bagi kehidupan mereka misalnya biku peljaran atu hanya sekedar nasi bungkus. Namun jika kita juga tidak punya uang kita bisa memberikan dukungan moril agar mereka tidak putus asa dalam menjalani hidup mereka dan terus bersemangat dalam meraih cita-cita mereka.
3.Proses wawancara ini sangat melelahkan tapi juga menyenagkan dan banyak hikmah yang bisa kita ambil dari proses wawancara ini antara lain kita lebih bisa bersyukur atas kehidupan yang diberikan oleh Allah S.W.T kepada kita sekarang.
1. Betapa malang sekali nasib anak jalanan, dalam usia mereka yang masih cukup kecil mereka sudah harus mambanting tulang mencari nafkah bagi keluarga mereka, tidak jarang anak memang sengaja di pekrjakan oleh orang tua mereka, namun sang orang tua malah tidak bekerja.
2. Upaya saya untuk membantu anak jalanan adalah dengan membelikan buku pelajran agar mereka tetap bisa mendapatkan ilmu pengetahuan walaupun mereka harus menghabiskan waktunya di jalanan.
3. Proses wawancara ini sangat melelahkan namun dari wawancara ini saya merasa bersyukur karena saya lebih bisa memaknai hidup saya, dan dekarang saya bertekad ingin menjadi orang yang lebih baik daripada sekarang.
yesi 35 Psik10pat
1.Anak jalanan?? Terbesit di pikiran kita,, disaat anak-anak kecil lainnya membayangkan bahwa dunia ini adalah tempat yang penuh keindahan-keindahan dongeng masa kecil. Tetapi lain dengan mereka,, di mata mereka saya melihat tatapan memandang dunia sebagai tempat yang keras, kejam bahkan menakutkan. Dan disaat mereka harus menuntut ilmu,, mereka justru harus pergi kejalanan untuk mencari sesuap nasi,, membantu orang tua dan mencari secercah harapan untuk dapat mempertahankan hidup mereka dan bahkan keluarga mereka sendiri.Dan yang lebih penting lagi,,sebaiknya kita lebih bisa menghargai mereka karena bagaimanapun jika kita dihadapkan kepada permasalahan yang sama dengan mereka,,belum tentu juga kita bisa melakukan kehidupan seperti mereka. . .
2.Mungkin sebagai pelajar seperti sekarang ini,,tak banyak upaya yang bisa kita lakukan karena anak jalanan bukannya tidak punya pilihan lain,,tetapi apakah harus dengan kita berhenti memberikan uang kepada mereka maka permasalahan mereka bisa langsung teratasi?? Minimal ya dengan kita memberikan sedikit barang yang lebih berguna untuk mereka yaitu dengan memberikan buku pelajaran,alat tulis maupun tas sekolah untuk mempermudah mereka dalam menuntut ilmu. Dan mungkin saja hal ini bisa membuat mereka lebih fokus kepada sekolah mereka daripada harus mencari uang di jalanan yang penuh dengan resiko. Terakhir aku hanya bisa mendo'akan kalian semua agar hidup kalian kelak bisa lebih baik dari sekarang ini. . .
3.Pertama waktu saya diberi tugas wawancara seperti ini ya saya ada rasa jengkelnya juga. Kok bisa?? Ya karena waktu hari pertama pencarian anaknya itu hasilnya gatot alias gagal total padahal kita semua itu udah mencari dari mulai stasiun sampai yang namanya terminal tapi tetep nggak ketemu juga. Tapi itu semua ada hikmahnya kok,,ya seperti kita bisa mengerti kehidupan mereka yang mencari nafkah sampai sesulit ini. Ya awalnya kita semua sempet kesal juga waktu mengelilingi Kota Mojokerto yang lumayan besar ini untuk mencari anak yang mau diwawancarai ini tapi waktu hari ke2 alhamdulillah akhirnya ketemu juga deh tapi ya gimana lagi toh udah resiko jadi siswanya Bu Okta yang cantik nie. hehehe. . . Dan yang terakhir sudah seharusnya kita lebih bersyukur kepada ALLAH SWT karena kita masih bisa bersekolah sampai sekarang dan tidak usah repot-repot untuk memikirkan biaya sekolah lagi. . .
NuKe ImOeTz 29 pSiK10paT
1. Anak jalanan bukanlah seseorang yang harus dijauhi karena pekerjaannya. Jika kita bisa mengetahui lebih dekat anak jalanan maka kita akan mengetahui bagaimana beban yang harus ditanggung karena harus rela mengorbankan masa kecilnya untuk mencari uang dijalan padahal merekapun tidak menginginkan kondisi tersebut. Merekapun ingin bersenag-senang dan bersekolah dengan teman sebayanyatanpa harus memikirkan biaya sekolah mereka jadi jangan menganggap anak jalanan adalah anak yan hanyabisa mencari belas kasih orang lain karena merekapun ingin mencapai cita-cita mereka.
2. Karena aku hanya seorang pelajar aku hanya bisa membantu mereka denga membagi keterampilan yang kumiliki mungkin itu bisa mebantu mereka kelak jika mereka tidak mempunyai pekerjaan yang layak saat dewasa dan aku juga memberikan motivasi kepada mereka untuk tetap berusaha meraih cita-citanya karena ALLAH tidak akan melupakan hambanya yan selalu berusaha dan berdo'a.
3.Waktu aku dieri tugas oleh Bu Okta aku memang sedikit kesal karena aku harus mengisi hari liburku dengan mengelilingi Kota Mojokerto untuki mencari anak jalanan namun setelah aku selesai mewawancarai anak jalanan tersebut aku mengerti mengapa guruku memberi tugas seperti ini. Aku sekarang jadi lebih bersyukur karena aku masih labih beruntung daripada mereka dan aku jadi lebih menghargai orang tanpa harus melihat luarnya saja.
Sutik Rahayu E.S 33 pSiK10paT
1. Menurut saya, anak jalanan adalah anak yang kurang beruntung dalam kehidupan ini. Mereka terlahir dari keluarga yang kurang mampu, sehingga menjadiukan merka seperti sekarang ini. Mereka harus bekerja membanting tulang agar dapat memenuhi kehidupan mereka dan juga keluarga mereka. mereka tidak banyak mendapatkan waktu untuk bermain dan juga menikmati kehidupan anak-anak mereka.
2. Saya akan berusaha menyisihkan sebagian dari uang saku saya untuk diberikan kpada mereka, agar dapat sedikit membantu mereka. Saya juga akan memberi mereka semangat dan do'a agar mereka tidak putus asa dalam menghadapi hidup mereka yang kurang beruntung.
3. Saya yang selama ini lahir dari keluarga yang berkecukupan merasa bersyukur, karena diberi kehudupan seperti sekarang ini. Saya juga tidak boleh memandang ke atas saja, di mana itu merupakan kehidupan yang bergelimpangan harta. Namun saya juga harus memandang ke bawah, ke dalam kehidupan yang seharusnya lebih pantas kita bantu daripada kita cemooh.
Wina M.D/34/psik10p4t.com
1. street of children...........
adalah istilah laen untuk anak -anak jalanan.......
jadi anak jalanan itu hidup di jalan - jalan.........kasihan mereka.......masih kecil, sekolah harus kerja.......huhhhh.......1 kata untuk mereka"Jangan mau dek kalo di suruh sama mbok kamu"
2.Andai.....
Andai.........
Amdai.........
Jika aku besar nanti aku akan membuat tempat untuk mereka misalnya rumah untuk anak jalanan.......dan disana aku akan jadi guru mereka, dan mengajari mereka membuat ketrampilan lho........misalnya buat keset atau hiasan rumah untuk di jual daripada ngamen.......puanas bukkk...mending kita jualan.....n punya ketrampilan lho.........
3. Makasih buat bu Okta yang telah memberikan tugas wawancara ini, saya merasa bersyukur tentang hidup ini ya allah........
Hadapi dengan senyuman dan selalu tersenyum......moga -moga tahun depan ktemu ibu lagi amien......
GhanZ- 13 ( holic Psi Kio Pad )
Castle.....
1. Menurut saya, tidak seharusnya anak seusia mereka berkeliaran di jalanan, terutama pada jam sekolah.Anak-anak tersebut tugasnya hanyalah belajar.
2. Upaya saya untuk membantu mereka ya dengan memotivasi mereka agar jangan sampai putus sekolah, meskipun mereka bekerja agar mereka dapat menggapai cita-citanya dan tidak selamanya bekerja sebagai pengamen atau pengemis.Saya juga akan memberi mereka ketrampilan supaya mereka kalau bisa tidak bekerja seperti itu.
3. Dengan tugas wawancara ini, saya sangat senang karena bisa melihat fakta langsung fenomena kehidupan anak jalanan sehigga membuat saya lebih bersyukur kepada Allah SWT karena diberi nikmat yang lebih, serta saya juga bisa belajar mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain,,,,,,
DINA.A/10/Psik10Pat
Assalamualaikum Warokhmatullahi Wabarokaatuh
1.Upaya dalam mengatasi anak jalanan :
Menurut Fifi, yang pertama perlu adanya partisipasi antarsesama. Sebagai seorang pelajar saya hanya bisa mendoakan supaya anak-anak jalanan memperoleh hak-hak mereka sebagai anak terlantar. Dan negara wajib bertanggung jawab(memelihara) atas anak terlantar yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Serta saya hanya bisa memberi sebagian dari rezeki saya untuk anak jalanan.Itupun ketika bertatap muka langsung dengan anak jalanan di stopan lampu merah atau pada waktu pengamen ngamen di rumah. Hanya sedikit yang saya berikan dibanding dengan uang saku saya sehari-hari…….Tapi, alhamdulillah saya masih punya kesadaran akan hal itu……
2.Bagaimana pandangan kamu terhadap anak jalanan?????
Emmmm,,,, Alhamdulillah saya masih bisa sekolah sampai ditingkat menengah, tidak sampai putus sekolah karena faktor ekonomi atau lain sebagainya. Yang seperti anak jalanan, dari sebagian mereka ada yang tidak sekolah karena faktor ekonomi serta ada yang sekolah sambil ngamen. Namun mereka sudah mulia sekali, ngamen demi memenuhi kebutuhan mereka serta untuk orangtua mereka. Seandainya saya di posisi itu, tidak akan mesti bisa. ………
3.Bagaimana pendapat kamu terhadap pelajaran Bahasa Indonesia?????
Dengan adanya pelajaran Bahasa Indonesia khususnya wawancara, saya lebih bersyukur karena saya masih diberi lebih, daripada anak jalanan. Orangtua yang selalu sebagai inspirasi saya, yang selalu coment dan menasehati jika saya salah selalu menyanyangi saya. Yang tidak membiarkan anaknya terluka sedikitpun yang selalu ada didekat saya.
Dengan melakukan proses wawancara, , , , ,
Eeeeemm, tidak selamanya saya harus memandang ke atas karena yang di bawah masih banyak dan kita yang mempunyai rezeki lebih, setidaknya membantu mereka. Tidak harus berupa materi. Dan melihat ke atas itu pada prestasi. Saya harus memotivasi diri saya dengan melihat yang lebih baik.
Thanks ya Bu………
Bu Okta sudah mengasih tugas wawancara ini. Pertamanya tugas ini terasa berat karena selain tugas dari Bu Okta, tugas dari Bapak Ibu guru yang lain juga ada. Serta kelompok saya juga ada yang ada acara. Sehingga pengerjaan tugas wawancaranya terhambat. Dan yang lainnya. Namun dari sini saya memperoleh banyak hikmah. Bu Okta maaf ya, kalau tugasnya jauh dari harapan Bu Okta…………..
Fifi Wulandari (12/X-4)
1. Kacian banget dech anak jalanan itu....harus cari uang sendiri buat bantu orang tuanya...seharusnya orang tuanya itu jangan membiarkan anaknya menjadi pengamen, pengemis, atau profesi lain sebagai anak jalanan...biarkanlah mereka menikmati masa kecilnya yang seharusnya terisi dengan kegembiraan..
2. Saya tidak akan mencacinya, saya juga ingin memberikan bantuan misalnya, seragam bekas, buku-buku dan lain-lain........
3. Berkesan banget di hati saya.......hikz....hikz...terharu melihat anak jalanan yang tersengat sinar matahari demi membantu orang tua . Jadi tugas ini adalah pengalaman yang tak terlupakan karena mewawancari live atau langsung gitu lho...pokoknya TOP banget buat bu Okta.....
Maharani - 24 Psik10pat
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Alkhamdulillah bisa masuk di areanya Bu Okta meskipun uang saku tersita…
Saya akan menjawab pertanyaan dari Bu Okta.
1. Berdasarkan data yang saya peroleh dari internet bahwa jumlah anak jalanan
mengalami peningkatan hingga beberapa persen.
Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang putus sekolah. Dan setelah kami melakukan poses wawancara dua minggu yang lalu ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah anak jalanan, diantaranya :
1.Faktor ekonomi
Mereka tidak mempunyai cukup biaya untuk bersekolah sehingga mereka memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu orangtuanya mencari nafkah.
2.Faktor sosiologis ( lingkungan )
Adanya pengaruh lingkungan yaitu masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai peminta-minta.
3.Dorongan dari orangtua
Orangtua dari anak-anak tersebut memaksa mereka untuk mengemis di jalan-jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
4.Sulitnya mencari pekerjaan karena dibutuhkan pendidikan serta keahlian khusus.
5. Dampak dari disorganisasi keluarga
Seorang anak mencari kesibukan dan kesenangan tersendiri karena kurangnya perhatian dari orangtua.
5.Kurangnya partisipasi pemerintah terhadap anak jalanan.
Menurut saya, pemerintah kurang tegas dalam menghadapi hal ini. Buktinya masih banyak anak-anak jalanan yang dapat kita jumpai di jalan-jalan raya, di setopan lampu merah, dan di perempatan jalan.
Seharusnya pemerintah mampu mengatasi hal ini misalnya dengan mengadakan penyuluhan terhadap anak jalanan, memberikan tempat-tempat khusus bagi mereka khususnya yang tidak berkeluarga, serta mengadakan operasi anak jalanan oleh SATPOL PP untuk diberikan pembinaan.
Seperti yang saya lihat bahwa operasi anak jalanan hanya dilakukan di kota-kota besar.
Padahal di daerah-daerah seperti Mojokerto,Surabaya juga harus mendapatkan penanganan yang sama.
Pemerintah harus bisa bertindak agar jumlah anak jalanan bisa berkurang.
Kurangnya sosialisasi pemerintah mengemai sekolah geratis juga berpengaruh dalam hal ini karena banyak anak jalanan kurang mengerti sistem dari sekolah geratis tersebut sehingga mereka memutuskan untuk tidak bersekolah.
Itulah yang saya maksud bahwa pemerintah kurang tegas menghadapi hal ini.
2. Karena saya masih seorang pelajar jadi upaya yang saya lakukan untuk membantu mereka juga tdak maksimal. Dan keingnan saya yang cukup tinggi belum bisa saya wujudkan.
Membantu mereka dalam bentuk materi seperti menyisihkan sebagian uang kita untuk mereka, makanan, serta pakaian yang layak.
Membantu mereka untuk mewujudkan cita-cita mereka.
Saya tidak akan membiarkan generasi penerus bangsa adalah remaja yang rendah pendidikan. Saya ingin memajukan pendidikan anak jalanan sehingga mereka mampu berfikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan sesuatu.
Sehingga mereka tidak menjadi orang yang lemah melainkan menjadi yang terbaik bagi bangsa kita. Serta mendirikan tempat khusus untuk pengembangan bakat mereka sehingga kita mengetahui seberapa besar niat dan cita-cita mereka untuk menjadi orang yang lebih sukses.
Karena saya yakin dibalik itu semua Allah menpunyai niat dan tujuan yang mulia.
3. Sebelumnya saya ucapkan alkhamdulillah dan terimakasih kepada Bu Okta yang telah memberikan tugas wawancra ini, meskipun awalnya kami sempat mengira bahwa tugas ini cukup berat.
Tapi ternyata banyak hikmah yang dapat saya ambil diantaranya, menjadikan saya lebih bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya hingga menjadikan saya seperti ini.
Saya lebih bisa menghargai hidup. Selama ini saya hanya menghambur-hamburkan apa yang saya milii padahal masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan kita seperti anak jalanan.
Dari sinilah saya sadar bahwa kehidupan didunia hanya sementara. Hakikatnya kita hidup hanya untuk beribadah kepada Allah S.W.T.
Semoga Allah menjadikan mereka anak-anak yang sukses, Amin....
Terimakasih,
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Dewi Chumairo’/X-4 / 06
thered.amazing@yahoo.com
1. Menurut saya anak jalanan itu patut dikasiani karena kurangnya ekonomi dalam keluarga mereka dan membuat mereka tidak dapat meneruskan sekolah, untuk mengejar cita-cita yang mereka inginkan. Semua itu dikarenakan mereka tidak punya biaya untuk membeli seragam dan sepatu sekolah. Mereka sangat ingin bersekolah seperti kita, tetapi karena masalah ekonomi mereka harus rela berhenti sekolah menjadi anak jalanan. Di8 usia mereka yang masih terbilang di bawah umur, mereka harus bisa mencari uang untuk biaya bersama keluarganya dengan cara “mengemis” mereka hanya berharap orang-orang terketuk hatinya dan memberi sedikit uang.
2. upaya saya sebagai seorang pelajar hanya bisa membantu sedikit apa yang kita punya, mungkin tak banyak hal yang bisa saya lakukan sebagai seorang pelajar. Saat ini saya bisa memberikan makanan atau pakaian yang layak untuk mereka dan mengajari mereka untuk ketrampilan dari barang-barang bekas yang bisa di buat menjadi ketrampilan.
3. proses wawancara itu sangat menyenangkan, kadang-kadang melelahkan karena pada waktu malakukan proses wawancara itu saat luburan sekolah, yang seharusnya berada di rumah malah jadi mengelilingi kota mojokerto yang panas untuk mencari seoarng anak jalanan. Tapi setelah saya melakukan wawancara tersebut, saya bisa memetik hikmah yaitu kita harus menghargai dan membantu orang yang kesusahan seperti anak jalanan.;
Lia Rahmawati (23)
PsiK10pAt
1. Anak jalanan adalah anak yang tidak memliki keberuntungan seperti halnya kita. Sebenarnya mereka sama saja seperti kita. Mereka anak-anak yang memiliki harapan, citi-cita dan semangat yang tinggi. Hanya saja keberuntunganlah yang tidak memihak pada mereka. Sebagian dari mereka terpaksa menjadi anak jalanan karena keadaan ekonomi dari keluarganya. Status sosiallah yang menjadikan mereka terlihat lebih rendah dari pada kita. Pada hal pada dasarnya kita semua sama. Bahkan mereka yang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan, terus berusaha keras, agar mendapat kemauannya. Tapi sebaliknya kita yang telah duduk di kelas dan mendapatkan materi pelajaran kadang merasa bosan dan malas bahkan kehilangan semangat belajar. Jadi selayaknya kita membantu mereka sebisa dan semampu kita.
2. Upaya saya sebagai seorang pelajar adalah dengan memberikan makanan ringan yang kita punya. Walaupun hanya makanan ringan yang bisa saya berikan, setidaknya sedikit bermanfaat bagi mereka. Selain itu, saya juga akan memberikan sebuah ketrampilan pada mereka, agar mereka bisa membuat sebuah ketrampilan sendiri untuk digunakan sebagai mata pencaharian supaya mereka tidak menjadi anak jalanan lagi dan hidupnya bisa lebih layak. Dan saya juga akan memberikan buku-buku pelajaran agar mereka bisa mempelajari buku itu sendiri meskipun tidak ada pembimbing atau guru. Aku juga Berdo’a agar pemerintah terbuka hatinya melihat semangat anak jalanan Indonesia yang ingin sekali belajar di sekolah, meskipun mereka bersekolah sambil bekerja. Sedangkan mereka yang tidak bisa bersekolah, agar pemerintah mendirikan saran prasarana untuk belajar yang khusus untuk anak-anak jalanan yang putus sekolah, meskipun hanya sekolah terbuka. Tapi itu sangat penting bagi mereka. Semoga semua itu bisa terwujud supaya anak-anak jalanan tidak buta teknologi dan buta pengetahuan Aminn…..!!!!!!
3. Waktu saya di beri tugas wawancara oleh Bu Okta,itu sangat melelahkan meskipun saya tidak ikut proses wawancara karena kami membagi tugas masing-masing. Selan itu saya juga di marahi orang tua karena sering pulang sore. Tapi itu semua tidak sebanding apa yang saya dapat dari pembelajaran ini. Dari pembelajaran ini kita dapat mengetahui apa sebenarnya permasalahan yang terjadi dalam hidup mereka. Bagaiman harapan dan cita-cita yang mereka inginkan???? Bagaiman cara mereka menyambung hidup di dunia ini?? Bukan untuk dirinya saja bahkan untuk kieluarganya juga. Apa harapan mereka untuk masa depan?? Selain itu pembelajaran ini dapat kita jadikan sebagai inspirasi bahkan motifasi bagi diri kita. Motivasi untuk berbuat lebih baik, motivasi untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita.
Silvia Kurnia N (32)
PsiK10pAt
1. Menurut saya anak jalanan sama dengan anak - anak pada umumnya yang membedakan hanya kehidupan sosial dan lingkungan. Anak jalanan sebagian besar tidak menginginkan seperti ini. Faktor yang sangat menunjang anak menjadi pengemis atau pun pengamen adalah faktor ekonomi keluarga. Mereka tidak mementingkan pendidikan bahkan kesehatan mereka. Mereka menghabiskan masa kecilnya di jalanan hanya untuk mengais rejeki
2. Upaya saya paling utama yaitu masih menganggap mereka saudara - saudar kita. Kita wajib membantu dari segi material atau non material contoh nya : memberikan mereka sedikit uang atau buku - buku pelajaran agar anak jalanan itu mempunyai semangat belajar kembali
3. Saya merasa sangat bersyukur kepada tuhan yme dan sangat mesyukuri apa yang telah di berikan orang tua saya kepada saya,dan inilah yang terbaik untuk saya.selain itu di bawah saya masih banyak anak yang kurang beruntung maka dari itu ini bisa mendongkrak semangat belajar saya agar saya bisa meningkatkan prestasi guna membahagiakan kedua orang tua saya. Aaaaaaaaaaaaaaaaamiiiiiiin
IMAS DWI HERAWATI/ 19/ PSIK10P4T
1.Anak jalanan adalah korban krisis ekonomi yang dialami keluarganya, sehingga ia terpaksa turun ke jalan untuk mengais rezeki. Seharusnya anak itu mendapatkan pendidikan yang layak, bukan malah diperkejakan seperti itu.
2.Upaya yang saya lakukan adalah memberikan sebagian rezeki yang saya punya dan memberikan ketrampilan yang saya miliki kepada anak itu agar kelak ia bisa mandriri dan berhenti menjadi anak jalanan.
3.Tanggapan saya tentang proses pelajaran ini
Pelajaran ini sangat menyenangkan dan menguras banyak tenaga dan dalam pelajaran ini mengandung rasa prikemanusiaan yang cukup tinggi.
kartika.ct_22_sEmPaT
Assalamu'alaikum
1. Pandangan saya terhadap anak jalanan adalah anak jalanan merupakan korban dari kerasnya dunia. Mereka sangat menderita denganapa yang mereka kerjakan tapi sedih dan ssah itu mereka lupakan demi hidup mereka. Sebenarnya anak usia kurang dari 17 tahun dilarang bekerja tapi factor ekonomilah yang membuat merka melakukan pekerjaan itu serta orang tua juga tega menyuruh anaknya. Saya sangat prihatin atas apa yang mereka lakukan setiap hari, tanpa mengenal lelah dan malu. Sebenarnya anak jalanan juga mempunyai cita – cita yang tinggi, sama seperti kita semua tapi factor ekonomi yang menghalangi mereka untuk mencapai cita – cita tersebut. Sebelum saya melakukan wawancara dengan anak jalanan, saya berpikir bahwa anak jalan adalah sekumpulan anak malas dan saya juga pernah membaca bahwa sebenarnya anak jalanan tidak perlu dikasihi tapi setelah melakukan wawancara saya tau kehidupan anak jalanan tidak selalu negative. Jadi kita tidak boleh berpikiran bahwa anak jalanan adalah anak malas. Dan kita patut bersyukur apa yang telah Allah berikan kepada kita.
2. menurut saya, kita bantu anak itu sesuai dengan kemampuan kita.Dan memberi sedikit pengetahuan yang kita peroleh agar anak tersebut mempunyai bekal dalam menjalani hidupnya nantinya. Kalau sudah kita beri pengetahuan, anak tersubut akan berpikir bahwa, harus mencari usaha agar tidak selamanya menjalani kehidupan sebagai anak jalanan.
3. Pembelajaran ini cukup menarik karena kita tahu bahwa hidup itu sangat keras jikalau kita tidak bisa menyesuaikan diri di dalam masyarakat. Saya juga sadar bahwa kehidupan yang biberikan Allah kepada kita adalah sangat tercukupi maka dari itu kita harus bersyukur. Dan yang terkhir kita bisa termotivasi untuk belajar lebih giat supaya tercapai cita - cita kita.
Sekian, mohon maaf jika ada kata - kata yang tidak berkenan.
Wasalamu'alaikum
1. Anak-anak jalanan perlu mendapat pengetahuan tambahan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
“Beda dengan anak sekolah mereka diberi pengetahuan kespro mudah, tapi anak jalanan diberi pengetahuan hanya sekedar lewat saja. Hubungan seks pra nikah, hamil mereka cuwek saja,” Upaya berkelanjutan dalam membantu anak jalanan memang sangat penting manakala kita dihadapkan pada masalah-masalah seputar kebiasan seksual anak-anak tersebut. Di kalangan anak jalanan, ada yang menjadikan seks sebagai mata pencaharian hidup.
Sebaiknya perlu dilakukan program lanjutan untuk anak-anak yang telah memperoleh keterampilan di rumah singgah. Jadi apa yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari kerja sehingga dapat keluar dari kehidupan jalanan. Namun, tetap saja agak sulit mengubah dan menghilangkan perilaku seksual anak jalanan. Karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memberikan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS sehingga pengetahuan anak jalanan dapat bertambah. Anak jalanan merupakan satu di antara beberapa kelompok anak yang perlu mendapatkan perlindungan khusus karena terungkap adanya berbagai perlakuan ekploitasi dan abuse terhadap mereka. Misalnya, adanya sexual abuse dari orang dewasa ataupun dari sesama anak jalanan. . Organ reproduksi anak jalanan (Anjal) perempuan sering menjadi sasaran kekerasan seksual dan rentan terhadap penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS, akibat seks bebas yang tidak aman. Namun hingga sekarang risiko tersebut belum atau bahkan tidak disadari sama sekali. Hal ini karena sebagian besar anak jalanan belum tahu, bahkan tidak tahu sama sekali tentang penyakit yang disebarkan melalui pertukaran cairan tubuh it
2. Dibantu secara materiel sebagai porsi seorang pelajar.alngkah baiknya jika ia kita culik untuk dijadikan anak angkat tapi itu bagi orang yang sudah mencukupi untuk itu. atau dibantu dengan cara memberikan keterampilan, dimana keterampilan itu untuk dijadikan mata pencaharian anak tersebut supaya tidak menjadi anak jalanan lagi, contohnya memberikan keterampilan tangan sesuai dengan kemampuan anak tersebut.
3. Dan wawancara ini sangat melelahkan tapi juga menyenagkan dan banyak hikmah yang bisa kita ambil dari proses wawancara ini antara lain kita lebih bisa bersyukur atas kehidupan yang diberikan oleh Allah S.W.T kepada kita sekarang.Selama ini saya lahir dari keluarga yangberkecukupan merasa bersyukur, karena diberi kehudupan seperti sekarang ini. Saya juga tidak boleh memandang ke atas saja, di mana itu merupakan kehidupan yang bergelimpangan harta. Namun saya juga harus memandang ke bawah, ke dalam kehidupan yang seharusnya lebih pantas kita bantu daripada kita cemoh.
DEWI SITI.R/ 07/PSIK10PAT
Assalamu'alaikum
1. Pandangan saya terhadap anak jalanan adalah anak jalanan merupakan korban dari kerasnya dunia. Mereka sangat menderita denganapa yang mereka kerjakan tapi sedih dan ssah itu mereka lupakan demi hidup mereka. Sebenarnya anak usia kurang dari 17 tahun dilarang bekerja tapi factor ekonomilah yang membuat merka melakukan pekerjaan itu serta orang tua juga tega menyuruh anaknya. Saya sangat prihatin atas apa yang mereka lakukan setiap hari, tanpa mengenal lelah dan malu. Sebenarnya anak jalanan juga mempunyai cita – cita yang tinggi, sama seperti kita semua tapi factor ekonomi yang menghalangi mereka untuk mencapai cita – cita tersebut. Sebelum saya melakukan wawancara dengan anak jalanan, saya berpikir bahwa anak jalan adalah sekumpulan anak malas dan saya juga pernah membaca bahwa sebenarnya anak jalanan tidak perlu dikasihi tapi setelah melakukan wawancara saya tau kehidupan anak jalanan tidak selalu negative. Jadi kita tidak boleh berpikiran bahwa anak jalanan adalah anak malas. Dan kita patut bersyukur apa yang telah Allah berikan kepada kita.
2. menurut saya, kita bantu anak itu sesuai dengan kemampuan kita.Dan memberi sedikit pengetahuan yang kita peroleh agar anak tersebut mempunyai bekal dalam menjalani hidupnya nantinya. Kalau sudah kita beri pengetahuan, anak tersubut akan berpikir bahwa, harus mencari usaha agar tidak selamanya menjalani kehidupan sebagai anak jalanan.
3. Pembelajaran ini cukup menarik karena kita tahu bahwa hidup itu sangat keras jikalau kita tidak bisa menyesuaikan diri di dalam masyarakat. Saya juga sadar bahwa kehidupan yang biberikan Allah kepada kita adalah sangat tercukupi maka dari itu kita harus bersyukur. Dan yang terkhir kita bisa termotivasi untuk belajar lebih giat supaya tercapai cita - cita kita.
Sekian, mohon maaf jika ada kata - kata yang tidak berkenan.
Wasalamu'alaikum
1. Pandangan saya terhadap anak jalanan adalah anak jalanan merupakan korban dari kerasnya dunia. Mereka sangat menderita denganapa yang mereka kerjakan tapi sedih dan ssah itu mereka lupakan demi hidup mereka. Sebenarnya anak usia kurang dari 17 tahun dilarang bekerja tapi factor ekonomilah yang membuat merka melakukan pekerjaan itu serta orang tua juga tega menyuruh anaknya. Saya sangat prihatin atas apa yang mereka lakukan setiap hari, tanpa mengenal lelah dan malu. Sebenarnya anak jalanan juga mempunyai cita – cita yang tinggi, sama seperti kita semua tapi factor ekonomi yang menghalangi mereka untuk mencapai cita – cita tersebut. Sebelum saya melakukan wawancara dengan anak jalanan, saya berpikir bahwa anak jalan adalah sekumpulan anak malas dan saya juga pernah membaca bahwa sebenarnya anak jalanan tidak perlu dikasihi tapi setelah melakukan wawancara saya tau kehidupan anak jalanan tidak selalu negative. Jadi kita tidak boleh berpikiran bahwa anak jalanan adalah anak malas. Dan kita patut bersyukur apa yang telah Allah berikan kepada kita.
2. menurut saya, kita bantu anak itu sesuai dengan kemampuan kita.Dan memberi sedikit pengetahuan yang kita peroleh agar anak tersebut mempunyai bekal dalam menjalani hidupnya nantinya. Kalau sudah kita beri pengetahuan, anak tersubut akan berpikir bahwa, harus mencari usaha agar tidak selamanya menjalani kehidupan sebagai anak jalanan.
3. Pembelajaran ini cukup menarik karena kita tahu bahwa hidup itu sangat keras jikalau kita tidak bisa menyesuaikan diri di dalam masyarakat. Saya juga sadar bahwa kehidupan yang biberikan Allah kepada kita adalah sangat tercukupi maka dari itu kita harus bersyukur. Dan yang terkhir kita bisa termotivasi untuk belajar lebih giat supaya tercapai cita - cita kita.
Sekian, mohon maaf jika ada kata - kata yang tidak berkenan.
Wasalamu'alaikum
1. Pandangan saya terhadap anak jalanan adalah anak jalanan merupakan korban dari kerasnya dunia. Mereka sangat menderita denganapa yang mereka kerjakan tapi sedih dan ssah itu mereka lupakan demi hidup mereka. Sebenarnya anak usia kurang dari 17 tahun dilarang bekerja tapi factor ekonomilah yang membuat merka melakukan pekerjaan itu serta orang tua juga tega menyuruh anaknya. Saya sangat prihatin atas apa yang mereka lakukan setiap hari, tanpa mengenal lelah dan malu. Sebenarnya anak jalanan juga mempunyai cita – cita yang tinggi, sama seperti kita semua tapi factor ekonomi yang menghalangi mereka untuk mencapai cita – cita tersebut. Sebelum saya melakukan wawancara dengan anak jalanan, saya berpikir bahwa anak jalan adalah sekumpulan anak malas dan saya juga pernah membaca bahwa sebenarnya anak jalanan tidak perlu dikasihi tapi setelah melakukan wawancara saya tau kehidupan anak jalanan tidak selalu negative. Jadi kita tidak boleh berpikiran bahwa anak jalanan adalah anak malas. Dan kita patut bersyukur apa yang telah Allah berikan kepada kita.
2. menurut saya, kita bantu anak itu sesuai dengan kemampuan kita.Dan memberi sedikit pengetahuan yang kita peroleh agar anak tersebut mempunyai bekal dalam menjalani hidupnya nantinya. Kalau sudah kita beri pengetahuan, anak tersubut akan berpikir bahwa, harus mencari usaha agar tidak selamanya menjalani kehidupan sebagai anak jalanan.
3. Pembelajaran ini cukup menarik karena kita tahu bahwa hidup itu sangat keras jikalau kita tidak bisa menyesuaikan diri di dalam masyarakat. Saya juga sadar bahwa kehidupan yang biberikan Allah kepada kita adalah sangat tercukupi maka dari itu kita harus bersyukur. Dan yang terkhir kita bisa termotivasi untuk belajar lebih giat supaya tercapai cita - cita kita.
Sekian, mohon maaf jika ada kata - kata yang tidak berkenan.
Wasalamu'alaikum
1. Anak jalanan adalah korban dari kerasnya kehidupan diluar sana, mereka rela bekerja, berpanas-panasan demi mencari rupiah untuk memenuhikebutuhan hidupnya, padahal kebanyakan dari mereka masih berusia dibawah 17 tahun, yang merupakan usia dimana seorang individu dapat dikatakan dewasa. Tidak sedikit pula dari mereka yang dipaksa orang tua mereka, tetapi ada pula yang hanya sekedar untuk uang jajan seperti salah seorang anak jalanan yang saya wawancarai. Jadi saya rasa harus ada tindakan kongkret yang lebih membantu anak jalanan
2. Mungkin kita tidak dapat membantu mereka dalam bentuk materi, karena saya hanyalah seorang pelajar yang bisanya hanya minta kepada orang tua, tetapi kita dapat membantu mereka dengan pembelajaran-pembelajaran yang sekiranya dapat membantu mereka dan dapat bermanfaat dalam kehidupan mereka, seperti mengajari mereka dalam pelajaran-pelajaran atau mengajari mereka alternatif lain mencari uang tidak dengan mengamen, tetapi dengan menjadi loper koran atau usaha sejanisnya
3. Manfaat yang saya dapat dalam pembelajaran kali ini adalah saya dapat lebih menghargai uang hasil kerja keras orang tua saya, hiduplebih hemat tidak menghambur-hamburkan uang, karena dibawah kita masih banyak anak-anak yang lebih membutuhkan daripada saya, jadi jika saya mempunyai uang lebih, saya dapat membelikan mereka makanan-makanan kecil yang banyak disukai anak-anak kecil.
C_S_H
Cahya Surya Hutama 05
X-4
1. Apa sih Anak Jalanan, pikiran kita mungkin tertuju pada anak yang menerima kerasnya hidup di jalanan. Hal ini dikarenakan oleh kondisi ekonomi dan sesuatu "HOBBY" bagi anak itu, maksudnya adalah mungkin ikut - ikutan teman, hal - hal seperti itu biasanya dilakukan dengan mengamen atau meminta- minta di jalan - jalan. Sebab - sebab yang mendasari adanya perlakuan seperti itu salah satunya adalah tekanan orang tua untuk memperkerjakan anak - anaknya demi menyambung hidup. Dari hasil wawancara kami selaku siswa/i kelas X-4, beberapa dari anak jalanan mengatakan bahwa mereka ada yang disuruh orang tua atau ingin melakukannya sendiri.
Anak Jalanan juga ada yang masih memiliki Orang tua dan juga anak - anak yatim piatu yang dikelola oleh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja memperkerjakan mereka.
Demikian penjelasan yang agak njelimet dari saya ...
2. Jangan jadikan anak jalanan sebgai parasit bagi bangsa dan negara, maka lihatlah bagaimana cara kita untuk mengubah anggapan itu.
Pertama, pastinya kita memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi mereka ntah itu pelajaran yang sesuai dengan kurikulum sekolah ataupun dengan berbagai macam keterampilan. Hal ini perlu dilakukan dengan harapan agar anak - anak jalanan tersebut tidak hanya menghabiskan waktunya di jalanan dengan berkerja, tetapi untuk kedepannya anak - anak ini bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan mempunyai kualitas.
Kedua, Kebanyakan Anak Jalanan memang kondisi kesehatannya kurang bagus. Kita bisa melakukan semacam kegiatan sosial dengan memberikan makanan gratis ataupun pemeriksaan kesehatan secara rutin, hal ini juga dapat dilakukan dengan bantusn pemerintah. Kita sendiri juga bisa memulainya dengan memberikan sedikit makanan yang kita punya untuk mereka.
3. Dari proses pembelajaran ini, banyak pembelajaran yang saya dan teman- teman dapat yaitu, sebuah pengalaman hidup, bagaiamana anak - anak yang kurang mampu ini mempertahankan hidupnya, dan dari pembelajaran ini kita dapat siraman rohani yaitu kita harus bersyukur terhadap apa yang kita dapatkan ini, yang lebih dari cukup. Untuk segi pendidikan, kami berhasil mendapatkan 2 aspek keterampilan berbahasa (mungkin, karena saya tidak tahu cara mengelompokkannya. hihi ..) yaitu Aspek mendengar dan menulis. Pembelajaran ini juga melatih kekompakkan diantara kami semua.
Herjanti N.S 18 PS1k1OP4t
1. Menurut pandangan saya anak jalanan itu kurang bagus karena dengan pekerjaan mereka yang meminta – minta itu malah tidak akan melatih mereka untuk bekerja yang lebih baik, tetapi malah akan membuat mereka menjadi malas untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, ketika mereka dewasa nanti. Sebab mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang mereka jalani dengan cara meminta – minta, sehingga nantinya mereka malas untuk bekerja keras.
2. Menurut saya upaya untuk mengatasi anak jalanan yaitu dengan cara mengumpulkan anak – anak jalanan yang tidak sekolah tersebut ke tempat rehabilitasi dan mengadakan sekolah gratis untuk merek, agar mereka bisa beelajar, karena meskipun mereka hanya anak jalanan tapi mereka juga butuh pendidikan, disamping mereka mengamen mereka juga harus belajar. Karena pendidikan itu sangat penting bagi mereka.
3. Tanggapan saya tentang proses wawancara ini, saya sangat senang dan setuju dengan adanya proses wawancara tentang anak jalanan seperti ini, karena dengan adanya proses pembelajaran ini saya dapat mengetahui kehidupan anak jalanan diluar sana, bagaimana mereka susahnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka dan saya juga tahu bahwa tidak semua anak jalanan itu tidak bersekolah, tidak mempunyai keluarga, tempat tinggal, tapi mereka juga sama seperti kita. Hanya saja nasib mereka tidak sama dengan kita. Saya senang dengan adanya pembelajaran ini saya bisa tahu latar belakang anak jalanan, saya juga bersyukur karena saya masih diberikan kehidupan yang tidak semalang mereka. Jadi bagaimanapun dan apapun yang diberikan Allah SWT. Harus kita Syukuri.
1.Anak jalanan adalah anak yang sehari-harinya hidup dijalanan. tapi tidak sedikit dari mereka yang hidup di jalan untuk mencari uang saja seperti mengamen (pulang sehabis mencari uang).
2.dibantu dengan bentuk keteladanan kalau bisa ya dikasih brang-barang yang sekiranya bisa dia kenakan.
3.para siswa yang dapat tugas wawancara kepada ank jalanan kebanyakan mereka tahu betapa kejamnya dunia karena ekonomi yang kurang memuaskan mereka tega menjadikan anak sebagai alat pencari nafkah.tapi disamping itu kita bisa tahu segitunya mencari uang, jadi jangan menyia-nyiakan orangtua kita yang mencari uang untuk kita sehari-hari.agar orang tua tidak kecewa belajar yang sungguhan biar nilai memuaskan.
Wina M D 34/p51k0p4t
menurut saya anak jalanan adalah anak yang turun ke jalalanan untuk mengais rezeki bahkan hanya untuk mencari sesuap nasi, itu semua pada umumnya hanya factor ekonomi keluarga. Akan tetapin pada dasarnya kita semuia itu sama hanya nasib lah yang membedakan posisi kita sekarang ini. Oleh karena itu sebagi makhluk ciptaan – Nya hendakalah kita saling menolong dan mengasihi sesama. Mereka juga harus melaksanakan tugas nya sebagai seorang anak yaitu belajar dan menjadi anak bangsa yang berguna.
sebagai seorang siswa yang bisa saya lakukan yaitu membantu mereka dengan memberikan beberapa ilmu pengetahuan yang saya miliki yang sudah saya dapat dari sekolah, itu bisa di lakukan dengan wawancara kepada anak jalanan yang sudah kami lakukan kemarin. Selain itu kami dapat membantu mereka dengan bantuan material seperti barang – barang atau makanan yang dapat berguna bagi mereka. Menurut saya memberikan barang – barang atau makanan itu lebih baik dari pada memberikan uang, uang itu bisa diberikan kepada orang tua nya dan di takutkan anak itu tidak diberi jatah uang tadi
menrut saya pelajaran ini sangat menarik karena pengalaman – pengalaman saya dan da[at meningkatkan rasa kemanusiaan saya dan karena pembelajaran ini pula saya dapat mensyukuri kehidupan saya yang sekarang ini, karena masih banyak orang yang berada di bawah kita.
Aesrilliana/01/x4
1. Anak jalanan adalah sosok yang patut dikasihani. Bagaimana tidak massa kecilnya yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan, malah harus bekerja untuk kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Kebanyakan dari mereka adalah sebagai pengamen atau peminta-minta di perempatan jalan dan tempat-tempat umum lainya. Bahkan sebagian besar dari mereka tidak mengenyam pendidikan yang tinggi, waktu mereka untuk belajar dan sekolah mereka habiskan untuk mencari uang guna menyambung hidup mereka. Seharusnya tugas mereka hanyalah belajar bukan bekerja, dan seharusnya saat ini tak ada sebutan anak jalanan lagi bagi anak-anak se-usia mereka.
2. Mereka adalah anak-anak yang membutuhkan bantuan kita semua, kita bisa membantunya dengan materi yang sesuai dengan kemampuan kita dan tentunya kalo bisa berupa barang, buku atau makanan yang langsung berguna bagi anak tersebut. Atau kita bisa membantunya dengan mengajarkan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang menunjangnya untuk menggapai cita-cita yang setinggi-tinginya seperti saat wawancara anak jalanan yang lalu.
3. Kegiatan pembelajaran kali ini sangat menarik karena kegiatanya diluar sekolah dan dapat digunakan sebagai pengisi liburan. Pembelajaran kali ini memberikan banyak manfaat bagi diri saya pribadi maupun semua teman-teman kelas X4, dari sini kita harus senantiasa melihat kebawah, bahwa dibawah kita masih banyak orang yang bernasib tak seberuntung kita dan membutuhkan bantuan dari kita. Dan ingatlah suatu saat nanti bila teman-teman semua sudah jadi orang yang sukses jangan lupa untuk senantiasa melihat kebawah dan membantu orang yang ada dibawah kita seperti anak jalanan.
FAKHRUDIN A.A. PSiKoPaT <<11>>
Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh,
langsung saja ke komentar
1. Saya memandang anak jalanan itu sama saja seperti kita, hanya nasib mereka yang kurang beruntung. Mereka sama-sama memiliki hak untuk mendapatkan ilmu, untuk belajar, untuk bermain dan lain sebagainya sama seperti kita. Tak ada perbedaan antara kita dan mereka dalam hak. Seharusnya di usianya yang masih belia mereka harus mendapatkan semua itu. Saya merasa jika terus seperti itu masa depan anak jalanan tak akan bisa berubah. Dengan kondisinya yang seperti itu mereka harus memiliki keinginan yang kuat untuk bisa merubah nasib.
2. Saya belum melakukan upaya secara konkrit dalam membantu anak jalanan. Tapi ke depan saya ingin berusaha untuk tidak hanya membantu secara material saja, tapi juga dengan memberikan semangat dan motivasi untuk mereka agar mereka terdorong untuk selalu bersemangat dan menatap tegak ke depan masa depannya yang gemilang. Menurut saya juga seharusnya pihak yang sekiranya memiliki harta lebih menggunakan hartanya dengan tepat guna untuk membantu anak jalanan, yaitu saran saya dengan misalnya mendirikan sekolah gratis yang didalamnya juga terdapat psikolog dan motivator untuk membantu dalam membentuk karakter dan memberi motivasi kepada anak jalanan.
3. Dari pembelajaran ini Subhanallah walhamdulillah saya mendapat manfaat. Saya bisa mengetahui kondisi anak jalanan secara langsung, saya juga menjadi tahu bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang tidak seberuntung kita. Alhamdulillah kita harus bersyukur kita termasuk yang diberi berbagai nikmat oleh Allah SWT yang tidak bisa dirasakan anak jalanan, maka dari itu selayaknya kita bisa berbagi dengan mereka. Semoga pengalaman ini memberi manfaat lebih banyak lagi yang nanti akan sya sadari.
Mungkin itu saja, tak ada gading yang tak retak, mohon maaf yang sebesarnya jika terdapat kesalahan maupun hal yang tidak berkenan. Jazakumullah Khiran Katsira.
Wassalamu'alaikum
Salam
Ahmad Jilul Q.F/02.X-4
1. Menurut pendapat saya anak jalanan adalah anak yang mengais rejeki dengan cara terjun langsung ke jalalanan untuk mencukupi kebutuhan kehidupannya yang di akibatkan kurang mampu, mereka mencari rejeki dengan cara yang berbeda – beda, ada yang mengamen, mengemis, membersihkan kaca mobil dll. Mereka rela melakukan hal tersebut hanya untuk kebahagiaan orang tua, sehingga mengkibatkan kurangnya pergaulan antar sesame teman dan sebaiknya kita sebagai ciptaan tuhan saling membantu dan tetap berusaha untuk menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat
2. Dengan cara membantu sebisanya, apa yang kita miliki misalnya memberi uang seadanya , barang kayak, pengalaman kita selama kita menjalani kehidupan ini yang dirasa bermanfaat kepada orang lain dan sebaiknya pemerintah juga lebih peduli terhadap rakyat bawah yang membutuhkan, dan pemerintah lebih memberikan lapangan pekerjaan dalam bentuk ketrampilan sehingga jumlah anak jalanan menjadi sedikit
3. Menurut saya pelajaran ini cukup melelahkan dan dapat memberikan pegalaman berharga bagi kita dan dapat memberikan motifasi untuk belajar secara sungguh – sungguh, dan menghargai orang lain dan buat bpk. Okta kalau kasih soal apa nggak bisa sulit dikit
RIFKY NUR A/31/X-4
ayang rifky
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Komentar saya :
1. Saya kagum kepada anak jalanan tersebut, bisa membagi waktu antara waktu belajar dan waktu bekerja. Menurut saya anak jalanan merupakan anak yang tidak mendapat kebahagiaan yang semestinya dia dapatkan di masa kecilnya ,karena anak jalanan itu melewati masa kecilnya dengan bekerja dan bekerja. Tetapi kebanyakan anak jalanan juga tak lupa belajar . karena disamping bekerja ,anak jalanan itu juga harus melaksanakan kewajibannya sebagai pelajar. Anak – Anak ini adalah generasi penerus bangsa
2. Saya belum melakukan upaya secara terang – terangan,tetapi saya berupaya sebisa mungkin untuk membantu dan memberinya motivasi dan media untuk belajar agar mereka bisa mengetahui nikmatnya mempelajari ilmu pengetahuan.
3. Pembelajaran kali ini sangat menarik , saya belum pernah sekalipun mewawancarai anak jalanan ,ini pertama kalinya pengalaman saya mewawancarai anak jalanan. Pengalaman adalah Guru yang Terbaik. Dan saya juga mendapatkan suatu pelajaran bahwa saya tidak boleh melihat golongan atas saja, melainkan kita juga harus membantu mereka – mereka yang perlu bantuan kita ,agar kita tahu bahwa uang hasil kerja keras orang tua kita tidak kita hambur – hamburkan. Mereka juga masih membutuhkan uang kita.
Mohon maaf bila ada kesalahan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mohammad Azharie Hamdany / X – 4 / (26) Tahun pelajaran 2008 - 2009
1. Menurut pandangan saya anak jalanan itu kurang bagus karena dengan pekerjaan mereka yang meminta – minta itu malah tidak akan melatih mereka untuk bekerja yang lebih baik, tetapi malah akan membuat mereka menjadi malas untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, ketika mereka dewasa nanti. Sebab mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang mereka jalani dengan cara meminta – minta, sehingga nantinya mereka malas untuk bekerja keras.
2. Menurut saya upaya untuk mengatasi anak jalanan yaitu dengan cara mengumpulkan anak – anak jalanan yang tidak sekolah tersebut ke tempat rehabilitasi dan mengadakan sekolah gratis untuk merek, agar mereka bisa beelajar, karena meskipun mereka hanya anak jalanan tapi mereka juga butuh pendidikan, disamping mereka mengamen mereka juga harus belajar. Karena pendidikan itu sangat penting bagi mereka.
3. Tanggapan saya tentang proses wawancara ini, saya sangat senang dan setuju dengan adanya proses wawancara tentang anak jalanan seperti ini, karena dengan adanya proses pembelajaran ini saya dapat mengetahui kehidupan anak jalanan diluar sana, bagaimana mereka susahnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka dan saya juga tahu bahwa tidak semua anak jalanan itu tidak bersekolah, tidak mempunyai keluarga, tempat tinggal, tapi mereka juga sama seperti kita. Hanya saja nasib mereka tidak sama dengan kita. Saya senang dengan adanya pembelajaran ini saya bisa tahu latar belakang anak jalanan, saya juga bersyukur karena saya masih diberikan kehidupan yang tidak semalang mereka. Jadi bagaimanapun dan apapun yang diberikan Allah SWT. Harus kita Syukuri.
1. Menurut pandangan saya anak jalanan itu kurang bagus karena dengan pekerjaan mereka yang meminta – minta itu malah tidak akan melatih mereka untuk bekerja yang lebih baik, tetapi malah akan membuat mereka menjadi malas untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, ketika mereka dewasa nanti. Sebab mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang mereka jalani dengan cara meminta – minta, sehingga nantinya mereka malas untuk bekerja keras.
2. Menurut saya upaya untuk mengatasi anak jalanan yaitu dengan cara mengumpulkan anak – anak jalanan yang tidak sekolah tersebut ke tempat rehabilitasi dan mengadakan sekolah gratis untuk merek, agar mereka bisa beelajar, karena meskipun mereka hanya anak jalanan tapi mereka juga butuh pendidikan, disamping mereka mengamen mereka juga harus belajar. Karena pendidikan itu sangat penting bagi mereka.
3. Tanggapan saya tentang proses wawancara ini, saya sangat senang dan setuju dengan adanya proses wawancara tentang anak jalanan seperti ini, karena dengan adanya proses pembelajaran ini saya dapat mengetahui kehidupan anak jalanan diluar sana, bagaimana mereka susahnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka dan saya juga tahu bahwa tidak semua anak jalanan itu tidak bersekolah, tidak mempunyai keluarga, tempat tinggal, tapi mereka juga sama seperti kita. Hanya saja nasib mereka tidak sama dengan kita. Saya senang dengan adanya pembelajaran ini saya bisa tahu latar belakang anak jalanan, saya juga bersyukur karena saya masih diberikan kehidupan yang tidak semalang mereka. Jadi bagaimanapun dan apapun yang diberikan Allah SWT. Harus kita Syukuri.
Dewi WulanSari 08 PS1kiop4t
1 menurut saya anak jalanan tidak seharusnya ada di jalanan mereka masih perlu belajar,bermain,dan sekolah,mereka juga masih sangat kecil untuk mencari uang.
2 kalau saya pemerintah:saya akan membangun tempat pelatihan khusus untuk anak jalanan dan mereka bisa langsung terjun ke usaha tersebut
3 pembelajaran kali ini sangat baik walaupun saya tidak mewawancarai anak jalanan secara langsung,tapi saya bisa merasakan keadaan mereka,dan kita harus bersyukur karena kita masih bisa sekolah,walaupun kita juga masih kekurangan,tapi kita tidak sampai turun ke jalan untuk sekedar mencari uang.
HASAN MAHMUD TAMAMI 16 PSIK10PAT
1 menurut saya anak jalanan tidak seharusnya ada di jalanan mereka masih perlu belajar,bermain,dan sekolah,mereka juga masih sangat kecil untuk mencari uang.
2 kalau saya pemerintah:saya akan membangun tempat pelatihan khusus untuk anak jalanan dan mereka bisa langsung terjun ke usaha tersebut
3 pembelajaran kali ini sangat baik walaupun saya tidak mewawancarai anak jalanan secara langsung,tapi saya bisa merasakan keadaan mereka,dan kita harus bersyukur karena kita masih bisa sekolah,walaupun kita juga masih kekurangan,tapi kita tidak sampai turun ke jalan untuk sekedar mencari uang.
HASAN MAHMUD TAMAMI 16 PSIK10PAT
1 menurut saya anak jalanan tidak seharusnya ada di jalanan mereka masih perlu belajar,bermain,dan sekolah,mereka juga masih sangat kecil untuk mencari uang.
2 kalau saya pemerintah:saya akan membangun tempat pelatihan khusus untuk anak jalanan dan mereka bisa langsung terjun ke usaha tersebut
3 pembelajaran kali ini sangat baik walaupun saya tidak mewawancarai anak jalanan secara langsung,tapi saya bisa merasakan keadaan mereka,dan kita harus bersyukur karena kita masih bisa sekolah,walaupun kita juga masih kekurangan,tapi kita tidak sampai turun ke jalan untuk sekedar mencari uang.
HASAN MAHMUD TAMAMI 16 PSIK10PAT
1 menurut saya anak jalanan tidak seharusnya ada di jalanan mereka masih perlu belajar,bermain,dan sekolah,mereka juga masih sangat kecil untuk mencari uang.
2 kalau saya pemerintah:saya akan membangun tempat pelatihan khusus untuk anak jalanan dan mereka bisa langsung terjun ke usaha tersebut
3 pembelajaran kali ini sangat baik walaupun saya tidak mewawancarai anak jalanan secara langsung,tapi saya bisa merasakan keadaan mereka,dan kita harus bersyukur karena kita masih bisa sekolah,walaupun kita juga masih kekurangan,tapi kita tidak sampai turun ke jalan untuk sekedar mencari uang.
HASAN MAHMUD TAMAMI 16 PSIK10PAT
1 menurut saya anak jalanan tidak seharusnya ada di jalanan mereka masih perlu belajar,bermain,dan sekolah,mereka juga masih sangat kecil untuk mencari uang.
2 kalau saya pemerintah:saya akan membangun tempat pelatihan khusus untuk anak jalanan dan mereka bisa langsung terjun ke usaha tersebut
3 pembelajaran kali ini sangat baik walaupun saya tidak mewawancarai anak jalanan secara langsung,tapi saya bisa merasakan keadaan mereka,dan kita harus bersyukur karena kita masih bisa sekolah,walaupun kita juga masih kekurangan,tapi kita tidak sampai turun ke jalan untuk sekedar mencari uang.
HASAN MAHMUD TAMAMI 16 PSIK10PAT
1.According to my children the same as the street children - children are generally only differentiate the social life and the environment. Most street children do not want this. Factors that are supporting the child or a beggar pengamen economic factor is family. They are not important their health and even education. They spend little time on the streets only to carry Rejeki
Poskan Komentar