Jumat, 14 November 2008

Siluet Senja tuk Bidadari....

Andai waktu itu aku bisa menemanimu...
menghabiskan waktu 3 bulan bersamamu di kota itu....
andai aku tahu bahwa saat itulah terakhir kali aku bisa melihat senyuman nan teduhmu...
maka aku tak kan pernah meninggalkanmu sejenak...
bahkan untuk ke kota ini....

Andai saat engkau memintaku kembali ke kota ini tak kuturuti...
aku akan memelukmu lama...
aku percaya jauhh....sebelum itu...
bahwa waktumu hanya sebentar untuk bersamaku....
tapi engkau selalu bilang " baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
dan...aku hanya gadis kecil berusia belasan tahun yang tak tahu apa-apa...

dan saat ini...
aku ingin merajut cerita bersamamu...bidadariku...
bukan siapa-siapa...
karena mereka semua penuh kepalsuan....itu bisa kulihat dari mata mereka...
tidak ada yang tulus sepertimu....
atau aku yang belum menemukan mata teduh itu....
aku pernah melihat mata teduh itu, tapi aku tak berani menafsirkannya...
cukup aku dan bidadariku yang tahu milik siapa mata teduh itu...
sampai saatnya senjaku pemilik mata teduh itu yang kan datang....AMIN

Bidadariku...SEnyum takzim untukmu kuhaturkan...
semoga suatu saat aku kan bertemu kembali di taman-NYA itu....

1 komentar:

Kritik Sastra mengatakan...

Chiyee, si Okta lagi kasmaran nih... menulis sakak-sajak rindu dan cinta.