Sabtu, 29 Maret 2008

5 Langkah Merencanakan Cerita

5 Langkah Merencanakan Cerpen


Oleh : Oktavia Catur Handini





Pertama, cerpen harus pendek. Artinya cukup pendek untuk dibaca dalam sekali duduk/ cerpen memberi kesan pada pembacanya secara terus-menerus, tanpa terputus-putus, sampai kalimat yang terakhir. Cerpen bagaikan kain ketat, tidak banyak emberi kelonggaran. Pengarang cerpen yang berpengalaman akan selalu berusaha menghindari perangkap uraian panjang tentang tokoh cerita atau pemandangan alam. Dialog dipeerlukan untuk menampakkan watak, atau menjalankan cerita, atau menampilkan problem, baru kemudian tokoh cerita.

Kedua, cerpen seharusnya mengarah untuk membuat efek tunggal dan unik. Sebuah cerpen yang baik punya ketunggalan pikiran dan aksi yang bisa dikembangkan lewat sebuah garis yang berlangsung dari awal sampai akhir.
Ketiga, cerpen harus ketat dan padat, seorang cerpenis tidak usah iri hati pada novelis yang leluasa menghamburkan berjuta-juta detail-uraian-uraian yang berkilometer panjangnya, dan beraneka ragam kejadian dalam tulisannya. Cerpen harus berusaha memadatkan tiap detail pada ruangan yang sekecil mungkin. Maksudnya tidak lain agar pembaca mendapat kesan tunggal dari keseluruhan cerita.

Keempat, cerpen harus tampak sungguhan. Jadi, khayal, tapi seperti betul-betul terjadi. Memang tampak sungguhan ialah dasar dari semua seni mengisahkan cerita. Semua fiksi tidak boleh tampak hanya buatan, jadi tiap penulis cerpen harus dapat menguasai dan mengolah bahasa, agar bisa mengadakan eksperimen sendiri dengan susunan bahasa, pemakaian kata-kata, dan sebagainya.

Kelima, cerpen harus memberi kesan tuntas. Selesai membaca cerpen, pembaca harus merasakan cerita itu betul-betul rampung. Cerita itu memang berhenti pada satu titik yang tidak bisa lain.tidak boleh tidak, tapi cerita itu hanya harus berhenti pada titik itu saja. Karena jika ujung cerita itu masih terkatung-katung pembaca akan merasa kecewa.





1 komentar:

prima_511 mengatakan...

okta...
bwt cerpen adalah hobi aquw wkt msh smp, sma. skrg...nulis kenyataan aja deh
tp cerpen yg wk bwt tu error abis. sering gak selesai krn bingung mengakhirinya.
kdg2 asal aja wk akhiri. tp sering happy koq.
Cerpen wk gak stabil. gonta ganti tema.tapi klo menyeragamkan kbanyakan fantasi.
maklum, yg dibaca n dilihat kbanyakan ya fiksi mlulu. jd yg ada di fikiranku ya fiksi mlulu.
macam penyihir, summoner, mesin waktu, ngaco dech.
but now...I have to see the reality...
wk udh jarang baca aplg bwt tulisan lg. kcuali tulisan terpaksa macam tugas or lktm.
good luck y okta.
bagus kq tulisane tp mqn fontnya kuecil n banyak. org kdg males bc